Jakarta - Presiden Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) masa bakti 2021-2025, Prabowo Subianto, secara resmi membuka Musyawarah Nasional (Munas) ke-16 IPSI. Acara ini diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC) pada 11 April 2026.Dalam sambutannya, Prabowo menekankan peran vital pencak silat bagi identitas bangsa. Ia menyebut pencak silat bukan sekadar olahraga atau kesenian semata, melainkan bagian dari karakter yang tak terpisahkan dari rakyat Indonesia.
"Pencak silat itu bagian dari budaya kita. Dan pencak silat itu adalah bagian daripada ilmu kesatria, ilmu bela diri," ujar Prabowo saat membuka acara tersebut.Menurut Prabowo, kebangkitan, keberhasilan, hingga kemerdekaan suatu bangsa sangat ditentukan oleh semangat rakyatnya. Hal ini juga berkaitan erat dengan kemampuan masyarakat dalam melindungi lingkungan terdekatnya.
"Ditentukan oleh kemampuan rakyatnya untuk menjaga dirinya, menjaga keluarganya, menjaga desanya, dan menjaga masyarakatnya," tuturnya.Oleh karena itu, Prabowo menyoroti pentingnya pembentukan karakter masyarakat Indonesia yang menyeluruh. Di sinilah IPSI mengambil peran penting untuk membangun sumber daya manusia yang tangguh secara paripurna.
"Tiap anak bangsa harus kuat fisiknya, kuat jiwanya, kuat imannya, kuat akhlaknya, pentingnya IPSI," tegas Prabowo.Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa eksistensi pencak silat memiliki makna yang sangat mendalam dan filosofis bagi bangsa. Pencak silat dinilai mampu merangkum esensi dari jati diri masyarakat Indonesia yang sebenarnya.
"Yah, benar pencak silat tapi lebih dari itu, pencak silat mencerminkan kepribadian bangsa Indonesia," tambahnya.Munas XVI IPSI ini resmi dimulai setelah Prabowo mengucapkan doa dan meresmikan pembukaan forum musyawarah tertinggi bagi organisasi pencak silat tersebut."Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia dengan ini secara resmi membuka Musyawarah Nasional ke-16 Ikatan Pencak Silat Indonesia," pungkasnya.