Jakarta (9/04) - Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) resmi memulai rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) ke-16 tahun 2026 lewat acara welcome dinner yang berlangsung hangat di Hotel Sultan, Jakarta, pada 9 April 2026. Ajang kumpul para pendekar se-Nusantara ini membawa semangat persaudaraan dan visi besar untuk terus menduniakan pencak silat.
Ketua Panitia Munas XVI IPSI, Benny G Sumarsono, menjelaskan bahwa acara silaturahmi ini dihadiri oleh perwakilan dari 38 provinsi, 10 perguruan historis, dan 6 perguruan besar. Dalam sambutan pembukanya, Benny menegaskan bahwa Munas kali ini membawa sebuah tema besar, yakni "Pencak Silat Mendunia Menuju Olimpiade".
"Munas ini adalah kebersamaan kita, saling bergandeng tangan untuk mewujudkan pencak silat yang cantik, indah, dan bisa dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat," ujar Benny. Ia juga menginformasikan bahwa agenda persidangan akan langsung dimulai keesokan harinya, dengan puncaknya adalah pemilihan Ketua Umum PB IPSI yang baru pada hari Sabtu.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri RI Sugiono yang turut hadir memberikan sambutan atas nama Ketua Umum PB IPSI, menyampaikan pesan kebangsaan yang mendalam. Ia berharap ajang Munas ini dapat berjalan lancar dengan mengedepankan asas kekeluargaan, serta memegang teguh prinsip silih asah, asih, dan asuh.
Sugiono menekankan bahwa pencak silat lebih dari sekadar olah fisik, melainkan jalan untuk membentuk karakter luhur. "Pencak silat adalah sebuah olahraga bela diri yang ditujukan untuk mematangkan jiwa, menciptakan pribadi-pribadi yang bertanggung jawab, berani membela kebenaran, keadilan, serta berani membela yang lemah dan tertindas," tegas Sugiono.
Ia juga meyakini bahwa pencak silat merupakan salah satu kunci untuk memperbaiki karakter dan budaya masyarakat Indonesia, terutama di tengah kemajuan teknologi yang kerap memunculkan celah perbedaan.
Sebagai Menteri Luar Negeri, Sugiono juga berkomitmen kuat untuk membawa pencak silat ke panggung global. Ia mengaku mendapatkan dorongan semangat dari banyak perwakilan Indonesia di luar negeri untuk terus mempromosikan dan membudayakan pencak silat agar sejajar dengan bela diri dari negara-negara lain. Langkah ini dinilainya penting untuk menegaskan identitas bangsa di mata dunia.
"Orang di mana pun berada harus mengenal pencak silat sebagai budaya dan karakter bangsa Indonesia, bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa petarung yang lahir dari para pendekar," ucapnya dengan bangga.
Acara makan malam persahabatan tersebut kemudian ditutup dengan meriah melalui sebuah pantun manis dari Sugiono yang disambut riuh para peserta.
"Jalan pagi membeli roti, pulangnya mampir membeli ketan. IPSI jaya di hati kami, melestarikan silat sebagai sebuah kebanggaan," tutup Sugiono mengakhiri sambutannya.