Menpora Erick Thohir Hadiri Munas IPSI, Dorong Pencak Silat Tembus olimpiade
Home » Artikel » Menpora Erick Thohir Hadiri Munas IPSI, Dorong Pencak Silat Tembus olimpiade
Menpora Erick Thohir Hadiri Munas IPSI, Dorong Pencak Silat Tembus olimpiade

Jakarta (11/04) - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC) pada 11 April 2026. Dalam momen penting tersebut, Erick menyoroti kebangkitan prestasi pencak silat sekaligus mendorong agar olahraga bela diri asli Indonesia ini bisa lebih mendunia dan memberikan dampak ekonomi secara nyata.

Erick mengawali sambutannya dengan memberikan selamat kepada Bapak Sugiono yang terpilih secara aklamasi sebagai Ketua IPSI. Ia juga mengapresiasi kinerja pengurus demisioner, termasuk Edi Prabowo, yang sukses membawa pencak silat mendulang banyak prestasi. Erick mencontohkan sejarah gemilang di Asian Games lalu, di mana Indonesia berhasil menduduki peringkat keempat dengan raihan 31 medali emas, yang 14 di antaranya disumbangkan oleh cabor pencak silat.

"Secara medali sudah konsisten ya, dan sudah sangat kuat di Indonesianya. Sebagai tadi yang Bapak Presiden sampaikan bahwa pembangunan karakter dan juga sebagai leluhur yang harus kita jaga," ujar Erick.

Lebih lanjut, Erick membawa pesan dan arahan dari Presiden agar pencak silat tidak kalah saing dengan bela diri dari negara lain. Ia membandingkan posisi pencak silat dengan Taekwondo dari Korea, Muay Thai dari Thailand, dan Karate dari Jepang. Mengingat pencak silat saat ini sudah memiliki 83 perwakilan di luar negeri, Erick menegaskan komitmen Kemenpora dan IPSI untuk menyusun roadmap pengembangan pencak silat di kancah global dan multi-event.

Menariknya, Menpora yang memiliki latar belakang ekonomi ini menyoroti bagaimana negara lain mengemas olahraga tradisional mereka menjadi sebuah industri. Ia mencontohkan Thailand yang memiliki 5.000 pusat latihan Muay Thai dan pemerintahnya memberikan fasilitas bebas visa selama 90 hari bagi warga asing yang khusus datang untuk belajar bela diri tersebut.

Dengan modal 840 perguruan pencak silat yang ada di Tanah Air, Erick berharap Indonesia bisa melakukan hal serupa. Ia ingin agar pencak silat bertransformasi menjadi sebuah kekuatan kebudayaan dan ekonomi. Salah satu caranya adalah dengan berinovasi menjadikan pencak silat lebih modern dan mudah diterima generasi muda, seperti yang dilakukan Muay Thai lewat program senam aerobik, tanpa harus meninggalkan nilai-nilai aslinya.

"Karena saya percaya yang namanya prestasi itu pasti sejalan dengan juga yang namanya pembangunan secara ekonomi dari menyeluruh. Pemerintah harus hadir, swasta harus terlibat, dan tentu daya beli masyarakat," tutup Erick Thohir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *