Rapat ini menjadi agenda pra-Munas untuk merumuskan sejumlah rancangan strategis, mulai dari Rancangan AD/ART, Program Umum PB IPSI 2026–2030, hingga ratifikasi peraturan pertandingan.
Selain itu, forum juga membahas sejumlah rekomendasi penting, di antaranya penetapan Hari Pencak Silat Nasional, usulan pencak silat masuk dalam kurikulum pendidikan dari tingkat dasar hingga menengah atas, serta dorongan penerbitan Keputusan Presiden (Keppres) terkait program Pencak Silat Road to Olympic.
Ketua Harian PB IPSI, Benny G Sumarsono, yang juga bertindak sebagai Ketua Pelaksana, menyebut rapat konsultasi ini menjadi langkah awal dalam menyusun arah kebijakan organisasi ke depan.
“Rapat ini menjadi forum penting untuk merumuskan program strategis PB IPSI ke depan,” ujarnya.
Sementara itu, terkait agenda Munas XVI, terdapat penyesuaian lokasi kegiatan. Menyesuaikan dengan agenda Ketua Umum PB IPSI, Prabowo Subianto, pelaksanaan Munas akan digeser ke Jakarta Convention Center (JCC) pada Sabtu (11/4).
Salah satu agenda utama dalam Munas tersebut adalah penyampaian laporan pertanggungjawaban Ketua Umum PB IPSI periode 2021–2025.
Melalui rangkaian rapat konsultasi ini, IPSI diharapkan mampu melahirkan kebijakan yang memperkuat organisasi sekaligus mendorong pencak silat semakin berkembang di tingkat nasional dan internasional.
![]()