Syarat Tembus Olimpiade, Pesilat IPSI Wajib Kantongi Sertifikat Edukasi Anti Doping Internasional
Home » Artikel » Syarat Tembus Olimpiade, Pesilat IPSI Wajib Kantongi Sertifikat Edukasi Anti Doping Internasional
Syarat Tembus Olimpiade, Pesilat IPSI Wajib Kantongi Sertifikat Edukasi Anti Doping Internasional
Jakarta (11/04) - Langkah Pencak Silat untuk bisa dipertandingkan secara resmi di ajang Olimpiade terus dikebut. Salah satu syarat mutlak yang kini tengah difokuskan oleh International Pencak Silat Federation (IPSF) atau PERSILAT bersama Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) adalah kepatuhan ketat terhadap aturan anti-doping dunia. Sebagai wujud komitmen nyata, PERSILAT telah menerbitkan Regulasi Kontrol Doping (Doping Control Regulations) sejak Juni 2020 lalu. Aturan ini mengikat kuat seluruh pengurus, staf, hingga para pesilat di tingkat nasional maupun internasional. Pande, perwakilan dari PERSILAT, menegaskan bahwa penggunaan doping sangat mencederai nilai luhur dan sportivitas dalam seni bela diri Pencak Silat. "Doping secara fundamental bertentangan dengan semangat olahraga. Oleh karena itu, seluruh pemangku kepentingan di IPSI dan PERSILAT wajib tunduk penuh pada World Anti-Doping Code yang dikelola oleh World Anti-Doping Agency (WADA)," tegas dr. Pande saat rapat pleno Munas XVI IPSI 2026 di Hotel Sultan Jakarta. Lebih lanjut, dr. Pande menjelaskan bahwa kepatuhan ini tidak hanya soal tes di lapangan, tetapi juga mengakar pada edukasi pesilat. Pesilat bertaraf internasional kini diwajibkan untuk mengikuti program edukasi integritas olahraga. "Setiap pesilat wajib menyelesaikan program edukasi di platform Anti-Doping Education & Learning (ADEL). Mereka harus lulus dan mendapatkan sertifikat resmi sebagai bukti bahwa mereka memahami bahaya dan konsekuensi hukum dari doping," tambah dr. Pande. Proses menuju Olimpiade tidaklah mudah. Organisasi olahraga harus diakui secara resmi sebagai penandatangan WADA. Untuk mencapainya, PERSILAT harus melalui evaluasi ketat melalui Code Compliance Questionnaire (CCQ). Evaluasi ini menilai standar kelayakan federasi, mulai dari ketersediaan aturan anti-doping, alokasi anggaran khusus pengujian, hingga tata cara penindakan kasus yang adil. Berkat kerja keras seluruh pihak, nilai kepatuhan tata kelola (CCQ) PERSILAT terus menunjukkan grafik positif yang signifikan dalam beberapa tahap evaluasi. Ini menjadi lampu hijau dan bukti keseriusan agar Pencak Silat segera mendunia di panggung Olimpiade."Kita optimis, dengan transparansi dan kolaborasi bersama lembaga pengujian internasional, Pencak Silat akan diakui sebagai olahraga yang bersih, adil, dan siap menuju Olimpiade," tutup dr. Pande.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *